Life

Motion City Soundtrack: Live in Concert (March 6)

a8d6ca81619695d41ea1815f8d37c824

Pemirsa! Setelah vakum hampir selama satu tahun, saya akhirnya kembali terjebak dalam euforia konser. Kali ini Motion City Soundtrack yang mendapatkan kesempatan dari saya untuk dikeceng habis-habisan.

Awalnya, saya masih ragu untuk hadir sampai Gigsplay meminang saya untuk meliput konsernya sekitar satu bulan yang lalu (meminang! Bhahaha!) Kasihan, sih, saya gantungin dulu, karena melihat tempatnya yang cukup jauh dan susah cari partner nonton. Tapi, thanks God, datanglah kembaran Peeta Mellark yang ternyata diutus untuk meliput juga buat Asia Noise. Jadi, dua hari sebelum konser – dan pinangan Gigsplay nyaris menguap – saya langsung konfirmasi diri untuk meliput.

Anyway, ini konser ketiga yang saya kunjungi setelah Mae (2009) dan We Are the in Crowd (2012). Yah, meski tidak seberuntung dua konser sebelumnya – ketemu langsung, ngobrol, tanda tangan, foto – saya tetap antusias untuk menyaksikan MCS. Mereka adalah salah satu band favorit saya sejak zaman putih-biru. Masih inget, deh, kali pertama saya ngeliat video Everything is Alright dan tercengang melihat rambut Einstein sang vokalis, Justin Pierre.

Oke, kembali ke jalan yang benar. Di hari H, saya malah dibikin gemes duluan sama ­ex-partner di konser WATIC, Zaka, yang SANGAT BERUNTUNG bisa ketemu MCS. Saya yang tadinya mau tidur siang ketje, jadi gelisah pas liat foto ini:

proxy

Shooot, revenge is sweet, no, Z? *menatap nanar Tony Thaxton*

Saya meluncur ke tkp sekitar pukul setengah lima dan harus melewati beberapa drama dulu. Dari terjebak macet-oh-so-called-jam-pulang-kerja sampai dibawa muter sama mamang sopir angkot. Syukurlah, pukul enam lebih, saya bertemu sang partner bersama fotografernya (oh, saya juga berpasangan dengan fotografer dari Gigsplay tentunya, Rangga). Setelah ngemilin McFlurry – teteeeep! – kami meluncur ke Balai Sartika. Gedung kedua terkeren setelah Sabuga. Karena ini juga kali pertama saya meliput tanpa, TANPA tiket *pamer*, jadi agak linglung harus berbuat apa, tersesat hilang arah… *lah*. Ternyata, setelah bertemu salah satu empunya acara, Fajar, tangan saya harus dicap, pemirsa, sebagai tanda dari media. Tapi, tapi, tapi, capnya udah luntur.

Setelah menagih kopi dari Zaka, saya dan partner menunggu gate dibuka. Kalian pasti penasaran siapa partner saya – ah, tunggulah sampai beberapa kata lagi. Satu hal yang mengejutkan, saya bertemu dengan salah satu teman masa SMA, Firdhan. Gilak, it’s been a long, long time! Setelah ngobrol beberapa menit, saya kembali berkumpul dengan geng media.

Seperti biasa, waktu bagian Indonesia mana yang nggak ngaret? Di poster open gate pukul tujuh, masuk venue hampir pukul delapan. Ya sudahlah, yang penting masuk. Oh, sebelum menjajah crowd, ada sesi foto-fotu lucu dulu di depan pintu.

Perkenalkan, ini partner saya, Peeta Mellark Mamat.

DSCF0877

GANTENG, KAAAN? JAUH dibanding sama yang terakhir. HAHA.

Oh, ya, ini tentunya Katniss Everdeen saya. Matching lah, ya, warna tiung sama background­-nya.

DSCF0878

Well, then, konsernya sendiri dimulai pukul delapan lebih dua puluh menit. Saya agak cranky juga dengan keterlambatan ini, tapi begitu Justin Pierre beserta kawan-kawan – OMG si tampan, lucu, menggemaskan Tony Thaxton – naik ke atas panggung, saya mulai bertingkah kampungan. Oke.

Crowd sendiri cukup menyenangkan meski didominasi kaum Adam (setidaknya nggak se-chaos crowd WATIC. Eww.) Sambil memotret, saya berusaha untuk mengenali lagu-lagu yang dibawakan mereka. Maklum, udah lima album dan ingatan saya nggak sebagus gajah *hening*. Setelah get lost di beberapa nomor, Broken Heart akhirnya menarik saya untuk meluapkan kegalauan ikut bernyanyi. Justin Pierre is a funny guy, by the way. Dese punya gestur yang unik – tangannya sesekali bergerak kayak orang mabok, bhahak! Di Attractive Today Pierre bahkan menciptakan dialog singkat dari lirik.

Pierre: “Say it’s true, say you like me…” *tangan ke penonton*

Crowd: I LIKE YOUUU!

Tentu, saya menujukannya untuk si tampan menggemaskan Thaxton. :”

DSCF0904

DSCF0901

Tiga lagu favorit saya, This is for Real, Even if it Kills Me, dan True Romance dibawakan dengan lighting yang gila-gilaan sakti. Syukurlah, karena crowd yang lumayan damai, saya juga bisa mencatat lagu-lagunya di memo ponsel. Kadang-kadang bengong ngeliatin panggung demi mengingat judul. Atau merhatiin salah satu fans MCS yang suaranya punya sembilan nyawa. Itu belum seberapa sampai Everything is Alright dibawain. Saya sempat cemas kalau lagu ini nggak masuk list, karena dari sini saya dapat inspirasi untuk menutup review buat Gigsplay. Hehe.

Yak, karena sudah mendapatkan jumlah bocoran lagu, saya tahu Alright bukan nomor terakhir dan saya TAHU kalau drama we want more, we want more itu hanya sekadar godaan. Setelah MCS naik ke atas panggung, saya dan Mamat memutuskan untuk mundur ke barikade belakang. Eh, ternyata dari tempat ini, suaranya jauh terdengar lebih JELAS. *menurut nganaaa*

DSCF0923

DSCF0957

Meski secara subjektif akhir konsernya kurang menggigit, tapi overall, Motion City Soundtrack dapat menutupnya dengan baik dalam lagu Hold Me Down. Mengutip salah satu tweet Mamat, selalu senang dengan suasana di konser band bagus, walau penonton sedikit, yang penting apresiatif. So did they. Saya suka cara mereka meleburkan diri dengan penonton. Perfomanya total sekali.

Tanpa diduga, konsernya selesai pukul setengah sepuluh, pemirsa! Meski agak gondok karena nggak bisa bawa Tony Thaxton pulang *eh*, saya kembali mendapatkan hiburan yang luaaar biasa dari MCS. Berasa jalan-jalan pake mesin waktu. Nostalgia ke masa-masa sekolah. Setibanya di rumah, saya langsung tidur-tiduran dan… nulis draf review sampai pukul setengah tiga pagi. :))

Well, mungkin ini nggak seheboh konser WATIC, tapi saya harus menjura untuk Heaven Music Group karena sudah memboyong MCS ke Bandung. Konser band internasional di sini, kan, emang susah, jadi kalau ada yang berhasil bawa itu sangat terpampang nyata. Seperti yang MCS katakan, everything is alriiight!***

DSCF0966

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s