literature

Surat Terakhir Virginia Woolf

Selasa.

Yang paling kusayangi,

aku yakin akan kembali gila. Aku rasa, kita tidak bisa melewati momen-momen mengerikan itu lagi. Pun, aku tidak bisa pulih kali ini. Aku mulai mendengar suara-suara dan karenanya aku tidak bisa berkonsentrasi. Jadi, aku memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tampaknya terbaik untukku.

Kau telah memberikan kebahagiaan terindah bagiku. Kau selalu berada dalam setiap jalan yang dapat siapapun pijaki. Aku tidak pernah berpikir dua orang bisa sebahagia ini hingga penyakit menyeramkan itu datang. Aku tidak bisa menghadapinya lebih lama lagi. Aku tahu bahwa selama ini aku tergantung padamu dan kau dapat menjalaninya tanpaku. Pun, kau tahu itu. Kau dapat lihat sendiri aku bahkan sulit untuk menulis dengan baik. Aku tidak bisa membaca. Yang ingin kusampaikan ialah aku berhutang banyak pada kebahagiaan yang kau berikan dalam hidupku. Aku ingin mengutarakannya – semua orang tahu itu. Jika ada seseorang yang dapat menyelamatkan hidupku, kaulah orangnya. Semuanya telah terenggut dariku, kecuali kebaikanmu. Aku tidak bisa bergantung lebih lama lagi padamu.

Aku tidak pernah berpikir ada dua orang yang dapat lebih bahagia dibandingkan kita berdua.

V.

***

(source: http://neurowhoa.blogspot.com/2010/05/virginia-woolfs-last-letter.html?m=1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s