project · writing

Journal #4: Takdir Buku

Selamat Hari Puisi Nasional!

Saya nggak jago-jago amat nulis puisi. Jadi, saya akan mencatut potongan puisi dari pujangga favorit saya, Pablo Neruda.

So I wait for you like a lonely house till you will see me again and live in me. Till then my windows ache.

*

Tapi, kali ini saya ingin membahas tentang buku.

Selama satu minggu terakhir, saya sudah melahap dua buku rekomendasi penyunting: LONDON (Windry Ramadhina) dan MELBOURNE (Winna Efendi). Untuk yang kedua, sebenarnya sengaja dibaca pelan-pelan, karena gaya bercerita sang penulis dan plotnya bikin saya gemes.

Takdir buku bagus: bikin penasaran buat tahu akhirnya, tapi juga nggak mau baca cepet-cepet. Kata penyunting saya, buku bagus bukan buku yang hanya dikomentari keren saja, tapi bisa menjadi bahasan setelah selesai dibaca.

Lalu saya berpikir, apa buku saya akan meninggalkan kesan seperti itu?

*

Hal itu membuat otak saya agak bermasalah hari ini. Entah dipicu oleh hormon, telat sarapan (lagi cuti puasa), atau masih pusing mikirin plot baru buat revisi.

Buku bagus nggak jarang bikin pembaca yang juga seorang penulis gengges. Saking menyatu dengan cerita, kadang saya ingin ‘mencuri’ gayanya. Tapi, saya tahu usaha itu sia-sia. Setiap penulis punya karakternya masing-masing. Terinspirasi tidak pernah semenyakitkan ini sebelumnya.

Bagaimana dengan buku yang buruk? Sama bikin gengges. Gini, bagaimana bisa sebuah buku yang–menurut beberapa pembaca–tidak layak terbit, sanggup nongkrong di toko buku? Menyebalkan memang. Mungkin selera pasar berkata lain.

Tapi, teteuuup, bikin gengges.

*

Oh, semalam saya mimpi: buku saya akhirnya terbit!

Kavernya sedikit mengingatkan saya pada Montase, tapi buku saya lokasinya di pantai. Logo penerbit ada di sudut kanan bawah–membuat saya kegirangan dalam mimpi itu. Tapi, begitu melihat blurb dan isinya… typo bertebaran di mana-mana.

Bete.

Saat terjaga, saya kesal sekaligus lega. Saya tidak bisa membiarkan buku saya sekacau itu nanti.

*

Ya, ya, saya tahu. Time to write drunk(?).

erl.

***

ps: Sekarang, Panic at the Disco mencuri perhatian saya dengan lagu teranyar mereka, “Miss Jackson”.

When will you be waking up tomorrow morning?

pps: tag #36HariMenulisRandom adalah proyek menulis usulan Mas Ega (@byotenega–salah satu founder NulisBuku). Sebuah proyek untuk melihat sejauh mana komitmen menulis kami setiap hari; sampai akhir Agustus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s