project · writing

Journal #9: Bantal Penahan

image

*

Selamat hari Rabu! Saya baru menyelesaikan revisi entah-yang-ke berapa setengah jam yang lalu. Belum sampai tahap akhir, toh memang masih banyak yang harus saya pelajari dalam menulis fiksi.

Nah, saya bingung mau membahas apa sampai teringat dengan salah satu kebiasaan aneh saat menulis. Ini kebiasaan yang tadinya dilakukan sesekali dan kadang tidak disadari. Sampai saya merasa nyaman sendiri.

Jadi, saya sekarang suka menaruh bantal di atas kepala jika sedang mengetik. Padahal, tadinya si bantal ditaruh di pangkuan supaya kepala saya bisa bersandar. Tapi, karena sering mengubah tempat duduk, saya menempatkan bantal itu di atas kepala. (.___.)

Saya juga tidak tahu alasan pastinya. Mungkin nyaman. Mungkin agar saya tertahan untuk menyelesaikan revisi. Yang kedua cukup masuk akal. Beratnya tidak seberapa, tapi sanggup memaku saya di kursi.

*

Ah, beberapa hari lagi, Ramadan berakhir. Sebelum catatan revisi baru turun, saya butuh dan harus melakukan brainstorming.

erl.

***

ps: Ternyata, penyunting saya jago bikin penasaran.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s