project · writing

Journal #10: Next Level

Wah, hampir lupa ngisi jurnal karena hujan bikin ngantuk, terus saya juga pengin leha-leha dulu baca novel. But, then again, I have to write first.

*

Seperti yang sudah saya duga, hari ini catatan revisi yang baru turun. Saya harap ini yang terakhir karena… penyunting sudah meminta saya untuk mengirim ucapan terima kasih, foto, profil singkat, ilustrasi cerita, dan mengisi form… SPPB.

SPPB, apaan tuh?

Surat Perjanjian Penerbitan Buku.

*napas tersekat*

*

Ya, bisa dikatakan hari ini juga kali kedua saya ngobrol panjang sama penyunting–tapi sekarang lewat WhatsApp. Banyak ilmu yang saya dapat, juga diskusi ringan tentang novel saya ke depannya. Saya masih berjuang mencari judul. Saya juga harus mengurus NPWP atau potongan pajak nanti akan menjadi 30%. Hik. Selesai mengobrol, saya kembali mengingat sejauh mana naskah saya berubah.

Jauh. Jauh sekali.

Selama dua bulan terakhir, saya belajar banyak hal. Mulai dari memercayakan naskah pada penyunting, sampai terbiasa memakan ‘camilan sehat’ dalam naskah. Saya juga jadi tahu kemampuan menulis saya ada di level mana.

*menghela napas*

Tapi, sebelum menyentuh revisi (dan semoga yang terakhir), saya akan melakukan sesi brainstorming besok dengan teman-teman. Iya, acara paling mainstream di bulan Ramadan: buka bersama. Selain untuk melepas kangen, siapa tahu saya juga dapat pencerahan.

Have a nice sleep, people!

erl.

***

ps: Akan ada ilustrasi di tiap bab nanti. I just can’t imagine how it will look like.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s