project · writing

Journal #17: Lebaraaan!

image

*

Dulu, waktu kecil, Idul Fitri menjadi momen yang paling saya tunggu. Entah karena bisa makan banyak (lagi), dapet angpau segambreng, atau mudik ke dua kampung halaman (saya setengah Garut, setengah Ciwidey, eheh). That was a few years ago. Taruhlah sepuluh tahun yang lalu, karena sekarang banyak hal yang berubah.

*

Suasana saat Ramadan datang dan pergi itu terasa sangat kuat, tapi sulit diungkapkan. Pagi ini, setelah satu bulan bangun pukul empat, saya kembali ke rutinitas biasa. Quite different. Takbir masih menggema dan alih-alih merasa senang, saya malah makin sedih. Saya merasa belum melakukan yang terbaik di bulan Ramadan kemarin.

Well, but I have to move on.

Setelah tradisi sungkem dan ziarah, saya kembali menikmati ritual minum kopi (at least, ini menghibur saya). Tamu mulai berdatangan–karena saya tinggal di rumah nenek yang menjadi sentral–dan ruangan mulai penuh. Saya, seperti biasa, lebih banyak memperhatikan dibandingkan tenggelam dalam obrolan. Setelah beberapa menit, saya malah terintimidasi.

Katakanlah nenek saya–yang dituakan–sebagai generasi satu atau G1. Beliau punya tujuh anak (supposed to be eight, but the last one died). Namun, tahun ini sudah berkurang satu, jadi tinggal enam. Mereka adalah si generasi dua–G2. Dari G2, lahir anak-anak–para cucu G1–yang salah satunya adalah saya. Yes, generasi tiga–G3.

Ada banyak yang berubah setelah sepuluh tahun. Status nenek saya yang sudah menjadi buyut. Sebagian besar G2 telah menyandang gelar kakek-nenek. Sementara G3, sudah bisa ditebak, ada yang menikah dan punya anak.

Toddlers are like… everywhere. Saya salah satu yang termuda–belum menginjak 21 tahun. Melihat pemandangan keluarga-keluarga kecil ini mengejutkan, karena sebagian G3 dulunya kawan bermain saya. Hahaha.

Syukurlah belum ada yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan ini: “Kapan lulus?” atau “Kapan nikah?”

Atau ini mungkin untuk tahun berikutnya….

*

Ini juga jadi Idul Fitri kedua yang cukup sendu untuk saya.

*

Selamat Idul Fitri, semuanya. Semoga kita terus diberkahi sampai Ramadan selanjutnya.

erl.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s