project · writing

Journal #22: Sebuah Nama

image

I love retracing names’ origin.

Hari ini, saya baru mencari arti nama belakang dari mendiang kakek saya, Natawiria. Saya belum pernah bertemu beliau, karena beliau meninggal sepuluh tahun sebelum saya datang ke dunia. Jadi, selain foto, saya hanya bisa menemuinya di pemakaman.

Anehnya, saat ziarah kemarin, saya memandangi nama belakang kakek lebih lama daripada biasanya. Natawiria. Hmm, saya pikir, cukup bagus untuk dijadikan nama tokoh. Tapi, belum seminggu masuk bank nama, Natawiria malah dipakai untuk kebutuhan lain.

Duh, kasih tahu nggak, ya? Kayaknya harus disimpan dulu sampai menemukan waktu yang tepat. *ditimpuk*

*

Mencari nama untuk tokoh-tokoh fiksi itu menyenangkan. Di satu seri, saya mencatut nama dewa-dewi Olympian (kalian akan menemukan beberapa dalam novel saya nanti). Arti nama tokoh-tokoh itu sendiri bisa membantu kita dalam membangun karakternya. Ah, so much fun.

Tapi, kadang kalau stuck atau bingung, saya akan mencari nama teman yang cukup menarik. Anyway, jangan memberi nama tokoh yang saking bagusnya malah bikin susah disebut atau diingat. Kayak nama-nama anak zaman sekarang yang rata-rata panjangnya sampai lima kata. (–“)

Dari sekian nama yang pernah dipakai, saya paling menyukai Ares William Dragness. Ares–yes, the God of War. Dragness sendiri lahir dari kata dragon (waktu itu kalau nggak salah lagi rame sama film How to Train Your Dragon). William hanya bumbu pemanis saja.

(saya juga penggemar Ares).

*

Kembali ke Natawiria. Saya pribadi berharap memiliki ikatan batin yang cukup kuat dengan seorang kakek. I didn’t feel that close with grandpaps. Bahkan mendiang kakek dari pihak ayah, rasanya makin kabur dari ingatan saya.

After all, I wish he knew that his name became something special for me.

erl.

***

ps: say what? Spoiler! :p

image

Advertisements

One thought on “Journal #22: Sebuah Nama

  1. Hey Erl,
    Kakekmu, Trisna Natawiria, adalah seorang guru yang dapat menulis halus dengan indahnya, mungkin menurun dari buyutmu: Natawiria, yang seorang guru juga (kepala sekolah kalo gak salah), penari handal, guru Cianjuran, dan seorang tentara berpangkat vaandrig (jaman sekarang mungkin pembantu letnan/calon perwira).

    Proficiat untuk novel debutan-mu, maju terus, jangan takut dengan semua kritik yang ada, jadikan pelajaran dan buat yang lebih baik. Mamang bangga punya keponakan sepertimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s