project · writing

Journal #35: Nostalgia

Mungkin karena lumayan terpengaruh oleh Sitta Karina, saya jadi suka menulis cerita-cerita yang tokoh-tokohnya saling mengenal–minimal berhubungan. Di novel saya nanti–yang belum ada judulnya itu–bahkan diisi oleh nama-nama lama. Ares, Artemis, Jared… the ones who appeared three years ago.

Saya baru melakukan sesi nostalgia bersama satu naskah lama. Pasangan favorit saya, Dita dan Ares, punya konflik yang lumayan hebat. Semuanya dimulai dari lagu We Are the in Crowd, Never Be What You Want, yang liriknya emang bikin hati teriris-iris. Dua tahun yang lalu, saya menulis sebuah novel dari lagu ini.

Setelah berpikir tulisan itu lumayan bagus, saya kembali membacanya tadi. Well, karena sudah berurusan dengan penyunting asli, otak saya pun ter-setting cukup kritis kali ini. Kata ‘merubah’ di mana-mana sampai plot tolol yang membuat saya ingin tertawa. Tapi, saya masih dibuat kangen sama tokoh-tokohnya.

Saya ingin, ingin sekali menulis ulang kisah-kisah itu. Memperkenalkannya pada khalayak luas.

Tapi kapan? Ah, semoga saat saya bertemu waktu luang yang panjang.

erl.

image

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s