project · writing

Journal #37: Tax, Tax!

image

Well, saya udah lama pengin cerita tentang pembuatan NPWP. Tapi, nggak tahu kenapa baru jodoh sekarang.

Saya sebenarnya nggak ngerti soal NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) ini. Kepikiran punya aja nggak pernah. Tapi, waktu ngurusin kontrak, penyunting menyarankan saya untuk membuat kartu NPWP. Kalau saya punya, pajak yang dipotong dari royalti bisa lebih kecil. Saya yang lumayan anti sama dunia pajak pun memutuskan untuk menuruti saran ini. Boook ya ternyata pajak tanpa NPWP lumayan besar.

Karena perkembangan teknologi, kita bisa mengisi formulirnya via online. Kantor pajak dekat, sih, dari rumah. Tapi saya sedang malas keluar karena cuaca panas. Sempat ada kendala setelah mencetak formulir. Saat saya akan memfotokopi KTP, ternyata tempatnya tutup (mungkin masih pada mudik kala itu). Jadilah difotokopi di sekolah tempat ibu saya kerja. Numpang!

Dua hari kemudian, saya pergi ke kantor pajak. Gedungnya luas dan adem. Saya sempat mengira tempat ini akan penuh, tapi ternyata lumayan kosong. Tanpa menunggu lama, berkas NPWP saya diurus.

Nah, di sini serunya.

Saya sempat bingung harus menjelaskan status (bukan masalah jomblo atau punya pacar, ya!). Akhirnya dipaparkan seadanya saja.

“Pak, saya mau bikin NPWP, tapi status masih mahasiswi. Kartu ini untuk kontrak dengan penerbit buku.”

Pegawai yang menangani berkas saya, namanya Asruni, tampak tertarik karena langsung bertanya, “Penerbit? Mau menerbitkan buku di mana?”

Kami lalu terlibat dalam obrolan tentang novel saya. Asruni mengaku jika dia senang membaca dan istrinya kadang menulis (oh, udah nikah *eh*). Sambil mengurus berkas, Asruni melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar proses naskah saya tembus ke penerbit sampai bagaimana cara mendapatkan inspirasi menulis.

So much fun.

Tidak sampai setengah jam, berkas saya selesai ditangani. Sayangnya, saya harus menunggu beberapa hari dulu sebelum mendapatkan kartu. Dulu, kan, bisa langsung. Tapi, ternyata ada peraturan baru.

Kartu saya tiba hari Selasa (saya ke kantor pajak hari Jumat). Yaaa, dengan ini, saya resmi harus bayar pajak tiap bulan tepat waktu.

Atau kena denda seratus ribu.

image

Ini secuil kisah dari proses debut novel saya. Buat kalian yang memang ingin menerbitkan buku di penerbit mayor, ada baiknya untuk bersiap-siap membuat kartu NPWP. Nggak wajib juga, sih. Tapi sayang juga kalau royalti kena potong pajak lumayan besar.

erl.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s