writing

[Review] Ghost Stories by Coldplay

Coldplay-grabs-top-spot-on-Billboard-200-with-latest-album-Ghost-StoriesTracklist

01. Always in My head
02. Magic
03. Ink
04. True love
05. Midnight
06. Another’s Arms
07. Oceans
08. A Sky Full of Stars
09. O

***

Saya sebenarnya bukan penggemar berat band asal Inggris ini, tetapi saya tumbuh bersama lagu-lagu Coldplay. “The Scientist” menemani pagi-pagi saya di bangku SD. “Speed of Sound” kala saya beranjak remaja. Kemudian “Viva la Vida” yang memeriahkan masa SMA saya. Serta “Paradise” yang mengisi hari-hari saya di bangku kuliah.

Sampai beberapa minggu yang lalu, saya mendengar kabar kalau Coldplay merilis album baru. Padahal, saya masih terkejut saat mendengar perceraian sang vokalis, Chris Martin, dengan istrinya, Gwyneth Paltrow. Siapa, sih, yang tidak tahu sejarah kelahiran “Fix You”? Jadi, antara kaget dan penasaran, saya mulai mencari informasi tentang album baru mereka yang bertajuk “Ghost Stories”.

Barangkali “Ghost Stories” adalah album paling sendu yang pernah Coldplay rilis. Sembilan tembang di dalam album ini jauh dari ingar-bingar dan keoptimisan yang biasanya terselip dalam musik mereka. Bahkan sejak dua track awal, “Always in My Head” (“And so my mouth waters, to be fed/And you’re always in my head“) dan “Magic” (“And I just got broken, broken into two/Still I call it magic, when I’m next to you“), Chris sudah melantunkan lirik-lirik memilukan. “Ink” dan “A Sky Full of Stars” terdengar lebih ceria meski liriknya belum lepas dari rasa patah hati.

Seolah belum puas menciptakan kesenduan, “True Love” (“And I wish you could have let me know/What’s really going on below/I’ve lost you now, you let met go but one last time“) dan “Another’s Arms” (“Late night watching TV/Wish that you were here beside me/Wish that your arms were around me/Your body on my body“) menyiratkan kehilangan mendalam yang menjadi klimaks dalam album ini. “O” dipilih menjadi penutup yang tenang di “Ghost Stories”.

“Ghost Stories”, dengan alunan musik melankolis dan lirik-lirik patah hati sederhana, sanggup menumbuhkan rasa simpati saya. Kalaupun album ini memang curahan perasaan dari Chris Martin atas perpisahannya dengan Gwyneth Paltrow, saya pikir dia–dengan rekan-rekannya di Coldplay–berhasil menciptakan salah satu album terbaik tahun ini.

Rate: 4/5. I’d love to crown it as the most heartbreaking album this year.

erl.

image

Advertisements

4 thoughts on “[Review] Ghost Stories by Coldplay

  1. Sejauh ini cuma nyantol yang A Sky Full of Stars. Cocok banget didengar pas lagi di Paris, tengah malam, sepi-sepi, di mobil. *cuma bayangan dalam kepala*
    Ada rekomendasi lagu-lagu Coldplay yang instrumennya bikin “wonder” kayak A Sky Full of Stars atau “Paradise”?
    Sudah pernah dengar beberapa lagu di atas, “Magic,” “True Love,” dan beberapa aku lupa apa–tapi nggak cocok. 😀

    1. “Ghost Stories” menurutku memang cocok didengarkan malam-malam karena auranya ‘kelam’ (efek Chris Martin yang baru cerai juga mungkin ya). Menurutku yang setipe “Paradise” sih “Viva la Vida” sama “Lost!”. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s