Life · writing

When Blog Was a King

First of all, happy birthday, Mom.

Lalu, selamat Hari Blogger Nasional.

Saya mengenal blog sejak bangku SMP (di mana Multiply masih sangat nge-hits), tapi baru punya blog sendiri di bangku kuliah. Waktu itu, saya bikin di Blogger buat ikutan program #30HariMenulis. Eh, ternyata berlanjut sampai punya dua akun lain di Tumblr dan WordPress.

It’s always been great to write and post my thoughts on blog. Bagi saya, blog menjadi media yang baik untuk berbagi ide dan mendapatkan teman juga stalking kecengan. Kadang, lewat tulisan, saya bisa membaca kepribadian seseorang. Sampai sekarang, saat saya menemukan kawan lama atau baru, saya akan mencari tautan blog dan membaca entri mereka. Saya senang kalau menemukan blog yang penuh tulisan. Kalaupun sesak dengan media lain, saya tetap betah menelusurinya asal konten blog tersebut menarik.

Sayangnya, selama beberapa bulan terakhir, saya jarang menulis di blog. Selain karena sibuk menyusun skripsi dan mengurus administrasi akhir (yes, finally), antusiasme untuk mengisi blog dengan ocehan agak surut. Pamor blog mulai tergeser dengan media sosial seperti Pinterest, di mana pemilik akun bisa ‘pin’ foto dari akun lain dengan caption pendek atau reblog, serta Path dengan fitur Thought yang memungkinkan pemilik akun bisa menulis panjang sampai berbuih. Blog mulai ditinggalkan. Blog mungkin akan punah.

Saya mulai cemas saat kesulitan menulis artikel panjang. Bahkan untuk ulasan konser Tulus satu bulan yang lalu. Gawat, kan, kalau saya tidak bisa menyusun novel lagi, padahal revisi terus melambai-lambai minta disentuh. Jadi, saya mulai memaksakan diri untuk cuap-cuap lewat blog lagi.

Mudah-mudahan, di Hari Blogger Nasional, semangat untuk menulis di media sosial ini (blog termasuk medsos, kan? YA KAN?), saya–juga blogger lainnya–dapat menghidupkan kembali masa-masa keemasan blog. Hmm, kebetulan bulan November tinggal menghitung hari dan NaNoWriMo bisa dijadikan ajang untuk membersihkan blog yang sudah berdebu.

Keep on writing, anyway (sekaligus menyemangati diri sendiri untuk merapikan skripsi menjelang sidang).

erl.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s