writing

[Review] Heart and Soul by Windhy Puspitadewi

Bagi Erika, harapan telah lama menjelma luka. Saat Ayah pergi, meninggalkan ia dan Ibu, Erika tahu, tak boleh lagi menggantung harap-bahkan untuk sekadar menunggu. Ayah tak pernah kembali. Ia buang jauh-jauh cinta dari semua sisi hati.

Cinta datang dengan luka, itu yang ia pelajari, Namun, ketika seseorang dengan lagu kenangan itu datang, ada resah yang Erika rasakan. Membuat ia mulai bertanya-tanya, benarkah hidup tak melulu tentang luka dan kesedihan? Benarkah cinta bukan hanya tentang akir bahagia, melainkan juga bagaimana kita menemukannya?

Erika tak ingin mencari jawabnya, tetapi laki-laki itu datang dan memberikan bukt nyata. Namun, Erika tahu ia harus bisa memastikan, benarkah dirinya tak akan lagi terluka.

*

Salah satu editor saya pernah bilang, “Kamu tahu Let Go-nya Windhy Puspitadewi? Kalau mau belajar nulis dialog baku tapi enak dibaca, coba baca tulisan dia.” Apa yang dia katakan memang benar. Salah satu ciri khas dari karya-karya Windhy Puspitadewi adalah gaya tulisannya yang baku, tapi tidak bikin ngantuk.

Heart and Soul menawarkan hal yang sama. Selain gaya penulisan yang rapi, plotnya sekilas mengingatkan saya pada Let Go. Satu yang berbeda adalah kali ini, Windhy Puspitadewi menggunakan sudut pandang orang kesatu untuk memaparkan ceritanya (ngomongin plot sama sudut pandang jadi ingat skripsi yang akhirnya kelar. *eh)

Bercerita tentang Erika, seorang remaja yatim piatu yang ditinggal pergi sang ayah dan ibunya meninggal karena sakit. Dia kemudian tinggal dengan keluarga yang menginginkan seorang anak perempuan. Di sana, Erika menjadi saudari dari Aro, putra tunggal dari Tante Flora dan Om Herman. Karena latar belakang yang tragis, Erika jadi memiliki sikap tertutup dan tidak memiliki banyak teman. Hingga suatu hari, seorang murid baru bernama Leo muncul di sekolah dan sekelas dengan Erika. Kedatangan Leo pada awalnya hanya angin lalu, sampai sikapnya pada Erika menimbulkan rasa penasaran dan… perasaan-perasaan yang lain. Leo pun menyimpan misteri yang ternyata berkaitan dengan masa lalu Erika.

Silakan baca untuk mengungkapnya. :p

Well, mengapa Heart & Soul mengingatkan saya pada Let Go? Karena Leo punya kesamaan dengan Nathan (sila tebak, kalau dijelasin jadi spoiler nanti). Sementara kehidupan remaja dalam cerita ini khas-Windhy-Puspitadewi dan, yang saya suka, selalu ada selipan-selipan sejarah di dalamnya. Konfliknya real; tidak mengada-ada. Buat saya, penokohan Erika juga sangat kuat. Untuk seorang gadis SMA, Erika tangguh dalam menghadapi kenyataan hidupnya (aih) dan tidak mau bergantung pada orang lain. Drama keluarganya terasa lebih kuat dibandingkan dengan asmaranya, tapi saya tetap menikmatinya karena, well, saya jarang menemukan teenlit yang mengangkat persoalan keluarga.

Namun, penggunaan sudut pandang orang kesatu dalam Heart and Soul somehow kurang bikin greget. Entah karena Erika yang tertutup dan membuat saya sulit menembusnya atau kadung terbiasa dengan novel-novel Windhy Puspitadewi yang sebagian besar menggunakan sudut pandang orang ketiga. Erika tampak seperti observer yang memaparkan keadaan di sekitarnya tanpa membiarkan pembaca untuk larut dalam perasaannya. Itu menurut saya, sih. Pengin nangis di beberapa bagian, cuma kuraaang nendang.

Overall, saya suka dengan Heart and Soul (karena, yes, ending-nya memang tipe saya, sih) meski saya tidak mencapai titik menggeram aaargh saat selesai membacanya. Nyaris tidak ada kesalahan ketik—saya menemukan dialog tanpa tanda petik dua di awal kalimat (lupa halaman berapa). Rating-nya 3.5 dari 5.

Kalau kalian kangen Let Go dengan sudut pandang baru, Heart and Soul bisa jadi pilihan. Eh, saya udah bilang belum, sih, kalau Aro itu keren banget?

erl.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s