project · writing

A Waking Dream: Junghuhn

Saya bertemu Junghuhn satu tahun yang lalu (detail acaranya bisa dibaca di sini*). Saat mendengar namanya, saya teringat satu ilmuwan yang sering disebut di buku-buku Geografi. All that I knew before, Junghuhn adalah seseorang yang mengklasifikasi jenis-jenis tumbuhan yang dapat tumbuh di ketinggian tertentu.

Ternyata, sosok Junghuhn lebih dari itu.

Franz Wilhelm Junghuhn

Di Taman Junghuhn—yang terletak di Jayagiri, Lembang—saya mengenal dia lebih dalam. Junghuhn ternyata seorang botanis, naturalis, dan ahli geologi. Dia adalah pria kelahiran Jerman, lalu menjadi warga Belanda, dan menghabiskan sisa masa hidupnya di Indonesia.

Sebenarnya, ada beberapa tempat yang berkaitan dengan Junghuhn. Seperti kawasan perkebunan Cinyiruan, Pangalengan—tempat dulu Junghuhn merintis budidaya kina. Di sana, Pabrik Teh Pasir Junghuhn (Bukit Junghuhn) dibuka atas inisiatif Dr. Kerbosch. Selain itu, Kawah Putih juga mejadi tempat yang tidak bisa dilepaskan dari sosok botanis ini.

Taman Junghuhn menjadi tempat paling penting. Jasad Junghuhn disemayamkan di bawah tugu yang menjadi pusat taman tersebut. Sayangnya, tugu yang sudah berada di sana sejak abad ke-19 tersebut kian kurang terawat. Bahkan luas Taman Junghuhn yang awalnya 2 hektar, kini susut menjadi 0,5 hektar saja.

Ketika saya berkunjung dan mengelilingi Taman Junghuhn, saya tahu tempat ini memerlukan lampu sorot lebih. Seketika, saya teringat naskah yang saya tulis tahun 2012. Salah satu setingnya masih kabur dan belum punya nama, tapi deskripsinya menyerupai Taman Junghuhn.

Peta Taman Junghuhn

Lantas, saya pikir… kenapa tidak disatukan saja?

Kemudian, saya mengambil Taman Junghuhn dan menempatkannya di beberapa bab A Waking Dream. Meski situs ini berada di Bandung, saya tetap perlu melakukan riset untuk mengokohkannya. Junghuhn adalah ilmuwan unik. Sebisa mungkin, saya menyisipkannya di antara dialog para tokoh serta mengenalkannya pada kalian.

Latar belakang Junghuhn juga memilik kesamaan dengan dua tokoh utama dalam A Waking Dream. Junghuhn was kind of a rebel, tapi dia juga terus berjuang untuk mengejar impiannya. Sifat-sifat ini kelak akan kalian temukan pada Selva dan Razzi yang sesekali bersua di Taman Junghuhn.

junghuhn-grabmal_im_taman_junghuhn

Till we meet and gather with Junghuhn!

 

erl.

 

(*blog dari dosen saya, Hawe Setiawan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s