Life · writing

[Writing] “Kayak gimana, sih, bikin tulisan yang bagus?”

Saya sebenarnya pengin kasih jawaban simpel buat pertanyaan itu: baca banyak buku dan rajin nulis. Read, write, repeat. Tapi, nyatanya kualitas menulis seseorang bisa dipengaruhi beberapa faktor. Kalian pasti akan menemukan banyak artikel tips penulis saat melakukan pencarian di Google. Sumbernya juga beragam; mulai dari pengarang best seller sampai penulis amatir. Dari ratusan atau ribuan artikel itu, mungkin kalian akan menemukan banyak kesamaan dari para sumber. Ada juga yang berbeda. Tergantung dari kebiasaan para sumber yang bersangkutan.

Bagaimana dengan saya? Tulisan saya mungkin masih jauh dari kata bagus banget atau sangat berkualitas. Writing is about learning for me. Jadi, poin-poin di bawah ini merupakan kebiasaan yang saya praktikan untuk meningkatkan mutu tulisan selama beberapa tahun terakhir.

  1. Baca Buku dari Berbagai Genre

Dulu, saya paling susah untuk mencoba pindah ke satu genre, baik dalam musik atau buku. Sampai seorang teman dekat meminjamkan beberapa buku koleksinya kepada saya. Katanya, saya harus membaca karya-karya dari genre berbeda untuk memperluas pikiran dan menambah wawasan. Awalnya memang susah, sampai ada beberapa buku yang tidak bisa saya selesaikan. Namun, lama-lama saya jatuh hati pada buku-buku dari genre yang belum pernah dibaca. Nah, dari sana saya mulai berani menyelami banyak genre dan hasilnya tidak mengecewakan. Kalian bisa mempelajari berbagai hal, mulai dari emosi sampai karakterisasi dari sudut pandang berbeda.

  1. Sering Jalan-jalan

Bandung—kota tempat saya lahir dan tinggal sekarang—sedang berada dalam fase paling nyaman dan menyenangkan. Ruang publik yang terus dipoles dan transportasi memadai berhasil menarik saya untuk keluar rumah. Sejak tiga tahun terakhir, saya menjadi turis di kota kelahiran sendiri. Saya menjelajahi sudut dan jalan kecil yang belum tersentuh. Dari perjalanan-perjalanan tadi, saya mendapatkan banyak inspirasi untuk menulis. Kalian yang suka jalan-jalan—entah di dalam kota atau sampai ke luar negeri—jangan sampai lewatkan kesempatan tersebut. Observasi dan nikmati setiap pengalaman yang kalian dapat. Kemudian, tulis sedetail mungkin.

  1. Shut Your Inner Editor

Kalian suka mendengar suara-suara di dalam kepala yang sering muncul saat menulis? That’s the bitchy inner editor. Apalagi kalau suara-suara tadi suka kasih komentar sinis sampai kritik-kritik yang bikin kalian pada akhirnya malas menulis. Ugh. Saya masih mengalami hal itu dan kesulitan untuk membuat ‘mereka’ diam. “Write drunk, edit sober.”* Kalau nulis, ya, jangan kagok lah. Tulis saja kayak orang mabuk yang enggak memerhatikan keadaan sekitar, terutama sama suara-suara mengganggu di kepala. Lantas, setelah semuanya beres, baru sunting habis-habisan tulisan kalian tanpa ampun.

  1. Kongko sama Teman-teman

Writing is a solitary work. Bagi saya, itu benar. Kalian juga? Saking sibuknya menulis, kita kadang suka lupa sama kehidupan sosial. Padahal, dari interaksi dengan orang lain, kita juga bisa memperoleh banyak inspirasi. Nongkrong sama teman-teman dekat bukan sekadar ajang ngegibahin orang lain, tapi juga tempat menggali ide. Dari mereka, kalian bisa mengamati gaya bicara, ekspresi wajah, sampai suara. Eh, tapi jangan keasyikan observasi sampai kalian enggak ikutan ngobrol. Pastikan juga, ya, kalau teman-teman kalian rela dijadikan objek penelitian. Hehe.

  1. Istirahat yang Cukup

Ini penting. Banget. Saya pernah beberapa kali sakit hanya karena terlalu memforsir diri buat menyelesaikan tulisan. I know it’s your passion, but your body and mind need a rest, too. Ingat kasus copywriter yang meninggal gara-gara kerja non-stop sampai enggak tidur? Jangan sampai kejadian ini terulang. Atur jadwal menulis kalian supaya enggak bentrok sama waktu ibadah, makan, atau tidur. Seandainya kalian enggan meninggalkan cerita buat tidur, tulis saja poin-poin utamanya. Jadi, kalian tinggal mengembangkannya keesokan hari. Istirahat enggak akan bikin tulisan kalian buruk, kok. Suer. Percuma, kan, tulisan kalian tuntas, tetapi kesehatan malah drop?

Nah, ini tips dari saya buat meningkatkan kualitas tulisan. Sekaligus jadi catatan buat diri saya sendiri, sih. Semoga bermanfaat!

 

erl.

*) Actually, it’s not from Hemingway

Advertisements

6 thoughts on “[Writing] “Kayak gimana, sih, bikin tulisan yang bagus?”

  1. sebenarnya saya juga demikian… susah memperbanyak genre… berpaling dan berpindah, meski hanya sementara… saya kadang menikmati hanya apa yang ingin saya ketahui. selama itu adalah sebuah kemewahan bukan kebutuhan primer… seperti bacaan dan penjiwaan atas bacaan tersebut. ^__^ apa boleh buat, entah ini kelemahan atau kesiasiaan…

    salam kenal.. saya menyukai tips dan penulisannya… saya baru memulai dan ingin menjadi bukan siapa siapa selain layar kosong yang ingin menyesap makna perkenalan baru… ^^v

    1. Halo, Jenggala, salam kenal juga dan terima kasih sudah meluangkan waktu buat baca artikel ini. 😀

      Saya sekarang sudah terbuka dengan banyak genre, tapi kadang bertemu dengan yang kurang sreg juga. Jadi cukup sekadar tahu saja, hehehe.

  2. hehe, iya tuh bisikan bisikan yg bikin jadi males nulis, masih sering gak pede sama apa yg ditulis … bagus nih tipsnya, salam kenal ya dan terima kasih

  3. Selamat pagi, artikelnya sangat membantu sekali. Gimana seandainya ide ada tapi sulit untuk merangkainya lewat kata-kata. Dari cerita kak Erl yang saya baca di storial ,saya merasa kagum sama pemilihan kata yang indah. bagi tips dong kak gimana sih supaya bisa merangkai kata dengan indah, biar pembaca gak bosen.
    Salam kenal kak, maaf kepanjangan ^^

    1. Halo, Sirifa, terima kasih sudah mampir buat baca-baca tulisanku. 😀

      Sebenarnya, aku enggak punya cara khusus buat merangkai kata-kata indah. Aku membiarkan tokoh-tokoh dalam ceritaku buat mengekspresikan apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Untuk sampai level itu memang butuh waktu yang lama, sih. Tapi dengan banyak baca dan menulis, kosakata dan gaya berceritamu pasti ikut berkembang, kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s