review · writing

[Blog Tour and Giveaway] Day 4: Fun Facts and Stuff

day4

Wah, ternyata sudah sampai hari keempat blog tour The Playlist.

Seperti yang disebutkan di entri sebelumnya, kali ini saya akan memberi fun facts The Playlist. Trivia ini berisi inspirasi-inspirasi yang terpakai dan yang terpaksa dibuang, kejadian-kejadian yang menginspirasi beberapa bab di dalam cerita, daaan tentunya lagu-lagu yang saya dengarkan selama menulis The Playlist. [Baca juga: Day 3: Riset dan Penerbitan]

Yak, kita mulai trivianya!

  • Saya sempat menulis dua versi The Playlist: versi satu adalah draf awal yang saya lanjutkan (diunggah di Wattpad) dan versi dua adalah draf baru (diunggah di Storial). Apa bedanya? Versi satu bergelimang adegan NSFW, sementara yang versi dua sudah dibikin lebih soft. Lantas, saya memilih versi dua karena lebih mudah dikerjakan dan yang di Wattpad pun akhirnya mengikuti versi terakhir;
  • Karena hanya berstatus selingan, The Playlist mulanya saya rencanakan terdiri dari 30 bab. Satu bab juga enggak panjang-panjang amat, sekitar 500 sampai 800 kata. Makanya terasa pendek, tapi ternyata menurut beberapa pembaca durasinya pas untuk cerita online. Eh, nyatanya semakin dilanjutkan, malah semakin panjang. Draf final The Playlist (termasuk yang di buku) terdiri dari 34 bab dan epilog, dengan panjang lebih dari 38.000 kata (tergolong panjang untuk sebuah cerita fluff);
  • The Playlist adalah cerita pertama yang berhasil saya tuntaskan secara online! Saya sudah mencoba menerbitkan cerita secara berkala di Wattpad, tapi tumbang sebelum klimaks dan akhirnya dihapus, atau malah diunggah sekaligus, lol;
  • Sebelum jadi buku, The Playlist tayang dua kali seminggu–setiap hari Senin dan Kamis. Jadwal ini sudah saya terapkan sejak cerita tayang di Wattpad, tapi gagal dan akhirnya berhenti total. Kemudian, saya unggah ulang di Storial tanggal 15 Februari 2016 dengan jadwal yang sama. Iseng sih, lagian waktu itu drafnya baru sampai bab 8. Eh ternyata satu minggu setelah tayang di Storial, The Playlist malah masuk Pilihan Editor. Lantas saya pikir kalau sudah begini, mau enggak mau cerita harus diselesaikan. Apalagi jumlah pembacanya mulai bertambah;

pe

  • Penerapan jadwal tayang The Playlist terinspirasi dari Webtoon. Sebagian komik di sana punya jadwal tayang yang bervariasi: mulai dari satu kali seminggu sampai setiap hari. Namun yang bikin greget justru yang update setiap satu atau dua kali seminggu. Satu yang saya amati, komik-komik dengan jadwal tayang tersebut justru yang bikin pembaca setia menunggu, terutama kalau gambar dan ceritanya sama-sama menarik. Selain itu, saya juga masih menyesuaikan diri dengan The Playlist, jadi butuh waktu yang agak lama untuk benar-benar masuk ke dalam cerita;
  • Tayang dua kali seminggu enggak berarti minim tantangan, lho. Ada kalanya saya malas, tapi kadang juga pengin update sebelum jadwal. Beberapa kali saya absen karena sakit atau harus mengurus hal pribadi. Tapi so far, proses dan tantangan itu yang membuat saya menikmati The Playlist. Makanya berat pas nulis bagian-bagian akhir;
  • Nah, masih berkaitan sama Webtoon, ada satu tokoh dari Cheese in the Trap yang membantu saya saat membangun karakter Aries: Yoo Jung. Jung sama-sama misterius kayak Aries. Bedanya, Jung jauh lebih mengintimidasi dan punya aura yang lumayan bikin merinding.

jung1

  • Ada beberapa pembaca yang tanya, “Kenapa tempat makannya Aries dikasih nama No. 46? Apa Aries atau penulisnya penggemar [Valentino] Rossi?” Lol, enggak. Saya malah baru tahu itu nomornya Rossi dan pemilihan nomor itu benar-benar random. Tapi buat kalian yang emang suka sama Rossi, anggaplah kebetulan ini sebagai hadiah.

  • Sebagian tempat makan di The Playlist memang ada di Bandung, sebagian lagi setengah fiktif, dan sisanya seratus persen fiktif. No. 46–sebagai salah satu tempat fiktif yang sering saya pakai di dalam cerita–terinspirasi dari berbagai tempat. Selain Bober Cafe, saya juga pernah membayangkan No. 46 seperti rumah baker yang ada di film Kiki’s Delivery Service, tapi enggak kesampaian dipakai;

  • Di draf awal, saya sempat menceritakan kalau Winona menyukai hal-hal yang berkaitan dengan astronomi. Tapi saat saya mulai menulis, poin ini malah tidak dikembangkan dan tenggelam di paruh terakhir The Playlist. Poin ini juga yang melatarbelakangi beberapa penamaan tokoh plus julukannya di dalam cerita. Salah satunya, yang paling jelas, ya Aries. Sayang, sih, tapi ya udahlah;
  • Ada banyaaak lagu yang saya dengarkan selama menulis The Playlist, tapi ada satu album yang memberi pengaruh kuat untuk ceritanya. Everyone, let me show you one of the greatest albums I’ve ever listened: Ixora by Copeland;

  • Oh, saya sempat menyusun playlist berisi kumpulan lagu yang menginspirasi saya saat mengembangkan cerita The Playlist. Silakan dicari:

playlistsong

  • Saya sempat membuat beberapa ide alternatif untuk The Playlist. Saat sedang stuck dengan draf awal, saya pernah menulis satu bab The Playlist yang dituturkan dari sudut pandang orang ketiga dan gagal dengan suksesnya. Aries hampir saya buat menjadi seorang fotografer makanan yang nantinya bakal menemani Winona liputan (lalu cinlok, and the rest is history). Satu lagi, yang paling mengejutkan dan masih tertulis jelas di catatan outline lama The Playlist: saya pernah merencanakan Aries jadi mantan pacar Ghina–sahabat Winona. Untung enggak diwujudkan karena ceritanya bakal a n e h;
  • Apakah ada sekuel untuk The Playlist? Ya. Tidak. Eh? Some readers demand for sequel dan saya mengerti alasan mereka menginginkan lanjutan cerita ini. Saya juga sebenarnya gatal ingin menjelaskan banyak hal yang tidak sempat dituangkan di The Playlist. Saya akan menulis lanjutan The Playlist tahun depan, tapi tidak lagi dituturkan dari sudut pandang Winona dan saya enggak tahu apakah cerita ini nantinya akan naik cetak seperti The Playlist;
  • Lantas sekarang, saya sedang mendalami tokoh Aries lewat Nights with Aries yang terbit secara berkala di Storial dan Wattpad. NWA bukan sekuel; lebih ke kumpulan side story. Buat kalian yang belum baca The Playlist, mungkin akan ada beberapa bab yang jatuhnya jadi spoiler. Makanya beli dulu The Playlist (berujung dengan shameless promotion).

By the way, kalian juga bisa mengintip inspiration board The Playlist di akun Pinterest saya.

Are we done yet? Nope. Sesi blog tour bersama saya memang berakhir hari ini, tapi akan dilanjutkan oleh Asri selama dua hari ke depan sebelum nanti ditutup sama sesi Q&A. Makanya jangan lupa catat tanggalnya, ya!

lttheplaylist

Siapkan diri kalian untuk sesi giveaway!

Regards,

 

erl.

Advertisements

4 thoughts on “[Blog Tour and Giveaway] Day 4: Fun Facts and Stuff

  1. Wuahhhh… baca trivianya The Playlist ajah udah kebayang betapa panjangnya proses penulisan novel ini. Dan terasa sekali kalau Mba Erlin benar-benar dapet feel-nya. Pasti nih chemistry diantara para tokohnya juga terasa hidup sekali.

    Makin penasaran pengen baca The Playlist!

    And again, thank you Mba Erlin untuk referensi lagu-lagu kecenya! Langsung nih kusave di Music Wishlist-ku! Nanti mau ngubek2 youtube ah! ^o^

    Sukses loh untuk The Playlistnya :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s