[Review] Cari Tempat Buat Menulis di Bandung? 4 Kafe Ini Bisa Jadi Jodohmu

bandungcafe

Setelah menulis The Playlist, saya sering mendapatkan pertanyaan seputar tempat makan oke di Bandung. Saya agak kebingungan menjawabnya, karena jumlah kafe, kedai, dan restoran di Kota Kembang selama 2-3 tahun semakin banyak. Sepertinya setiap beberapa hari atau minggu sekali pasti ada tempat makan yang tutup, muncul, atau pindah lokasi. Kalau sudah begini, saya biasanya mampir ke kafe atau restoran langganan saja. Haha.

Omong-omong, tempat makan langganan saya bukan sekadar kafe atau restoran buat numpang makan, mengobrol, atau foto-foto. Tempat-tempat itu harus memenuhi satu syarat mutlak ini: nyaman buat dipakai sebagai lokasi menulis. Jadi kalau lagi bosan kerja di rumah, saya pasti meluncur ke sana.

Saya sudah pernah menulis daftar kafe/restoran di Bandung yang oke buat dijadikan tempat menulis, tapi kayaknya harus diperbarui lagi. Setelah melakukan seleksi (enggak, deh, lebih tepatnya mengingat-ingat saking banyaknya tempat yang saya kunjungi), berikut ini saya persembahkan daftar 4 kafe di Kota Kembang yang bakal bikin kalian betah kongko dan menulis berjam-jam.

  1. Kineruku

 

Teman-teman yang kenal saya dan baca artikel ini pasti langsung menggumam, “Sudah kuduga.”

Kineruku bagi saya adalah sepetak surga yang jatuh ke Bumi (halah). Tempat ini merupakan perpustakaan kecil bernuansa vintage yang menyediakan berbagai kebutuhan baik bagi pecinta buku, musik, dan film. Ada buku-buku klasik (dan yang enggak akan kalian temukan di toko buku besar); kaset, vinyl, dan CD; koleksi film; sampai merchandise dari musisi-musisi indie. Buat yang pengin baca atau menulis, ada meja dan kursi di ruang tengah dan teras belakang. Terminal buat charging? Aman, ada banyak. Makanan? Enak dan murah. Tapi Kineruku enggak menyediakan wi-fi, lho. Jadi buat fakir kuota, brace yourself.

Untuk mencapai Kineruku memang butuh perjuangan. Cuma ada satu angkot yang masuk ke Jalan Hegarmanah dan itu pun jarang banget. Kalau kuat, kalian bisa jalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer. Lumayanlah, hitung-hitung olahraga (heh).

 

Kineruku

Jalan Hegarmanah 52, Bandung

Buka: Senin, Rabu-Sabtu (11.00-20.00 WIB), Minggu (11.00-18.00 WIB)

Tutup setiap hari Selasa

 

2. Little Wings Café & Library

Little Wings Cafe & Library, Bandung. Photo repost from @puspariani

A post shared by Little Wings Cafe & Library (@littlewingsbdg) on

 

Kesan pertama saya saat datang ke Little Wings: Wah, berasa masuk ke dunia dongeng.

Little Wings adalah rumah tiga lantai yang berdiri di atas tanah yang agak miring. Di lantai satu, kalian bakal ketemu sofa-sofa cantik dan barang-barang vintage kayak typewriter. Lantai dua lebih mirip kafe biasa dengan dominasi kayu yang bikin suasana hangat dan nyaman. Nah sementara lantai tiga di-set kayak kamar, karena kalian akan menemukan kasur di sana! Enggak heran kalau Little Wings sering dipakai buat tempat pemotretan karena konsepnya yang unik. Tapi, kalian yang ke sini buat menulis pun enggak akan terganggu, kok.

Seperti halnya Kineruku, mencapai Little Wings bukan perkara mudah. Kalian akan bertemu jalan meliuk-liuk dan juga tanjakan. Untungnya, sih, ada satu angkot yang sering lewat di sekitar Cigadung meski hanya sampai pukul 4-5 sore.

Little Wings Book Cafe 1st Floor. Photo repost from @mlsgstn

A post shared by Little Wings Cafe & Library (@littlewingsbdg) on

 

Little Wings Café & Library

Jl.Cigadung Raya Barat no. 2, Bandung

Buka: Selasa-Jumat (12.00-21.00 WIB), Sabtu dan Minggu (12.00-23.00 WIB)

Tutup setiap hari Senin

 

3. DU 71A

 

Mencari ketenangan di pusat kota Bandung kini tidaklah mustahil berkat kehadiran DU 71A.

Berlokasi di kawasan hits anak muda di Kota Kembang, DU 71A jadi salah satu tempat favoritku buat menulis (kadang jadi meeting point juga kalau bingung pilih tempat). Tempatnya agak tersembunyi dan kalian harus masuk ke jalan kecil dulu. Percayalah kalian pasti akan tercengang karena DU 71A ternyata tidak sesempit jalan masuknya. Penempatan ini yang bikin DU 71A enggak bising meski lokasinya dekat jalan besar. Dominasi warna putih dan nuansa semi-industrialnya bikin betah buat menulis berjam-jam di sana.

Menemukan Du 71A cukup tricky, karena kalau enggak cermat kalian malah tersesat ke tempat lain. Patokan paling mudahnya adalah kampus ITHB (bukan ITB, bukan). Dari sana, kalian tinggal menyeberang dan carilah pagar batu bata dengan nomor 71A.

'Initiative // Intervention' a propaganda on promoting better living, built environment and socio-interaction. Bandung is at the forefront, when we talk about 'people participation' in Indonesian cities. This city has been popularly known for decades as the countries capital of creative industry. Bandung provides a lot of spaces for people to express, to experiment and collaborate within the community. From people to people, it's quite a relevant motto to construct the Ideal city by both the People and Government. Are public interventions currently actively playing its role in our city? Is the current situation in Bandung as 'ideal' as it is made out to be? Does our public space accommodate us to grow as artists, thinkers or whatever it is you may dream of being? When people are taught that our city is a laboratory, gallery, or even a classroom to express, then what can we intervene within our public spaces to optimise Bandung itself? Waktu : 17.00 – 20.00 Tanggal : 23 Oktober 2015 Tempat : DU71A. Alamat : Dipatiukur 71A, Bandung.

A post shared by DU71A // #BajakDapur (@du71a_) on

 

DU 71A

Jalan Dipatikur No. 71A, Bandung

Buka: Senin-Sabtu (12.00-22.00 WIB)

Tutup setiap hari Minggu

 

4. Nimna Book & Café

Mahasiswa ITB yang lagi asik ngumpul 👅☕🍪🍝🍮

A post shared by Nimna Book Café (@nimnabookcafe) on

 

Potongan surga yang baru saja turun di sekitar Gegerkalong.

Dibuka awal tahun 2016, Nimna Book & Café adalah lokasi menulis baru favorit saya kalau lagi malas ke pusat kota (apalagi kalau lagi macet-macetnya). Di sana ada kursi-kursi tinggi yang menghadap jendela, pojokan tersembunyi, dan tempat lesehan dengan latar rak berisi buku-buku kece (koleksinya masih sedikit, tapi recommendable semua). Menurut teman saya yang rajin datang ke Nimna Book & Café, kalian bisa, lho kongko tanpa pesen makanan. Cuma harus bayar Rp15.000 dengan bonus free flow infused water biar tetap sehat.

Dibandingkan tiga tempat lainnya, lokasi Nimna Book & Café lebih strategis. Patokannya ada di pertigaan Hotel Gegerkalong Asri. Masuk ke Jalan Sukahaji dan carilah gedung dengan logo Nimna Book & Café di depannya.

 

Nimna Book & Café

Jalan Sukahaji 126, Bandung

Buka: Rabu-Kamis (09.00-21.00 WIB), Sabtu dan Minggu (11.00-23.00 WIB)

Tutup setiap hari Senin dan Selasa

*

Untuk urusan perut, keempat tempat ini menyediakan menu dengan harga terjangkau, sekitar Rp10.000 sampai Rp50.000 (ada beberapa yang di atas Rp50.000, tapi biasanya makanan berat porsi besar). Plus, musik latar di keempat kafe ini oke-oke  (in case you’re wondering). Kecuali Kineruku, tiga kafe lainnya menyediakan wi-fi gratis.

Terakhir dan yang paling penting: kalian enggak bakal diusir meski mau nongkrong sampai tempatnya tutup.

Ya, itulah 4 kafe di Bandung rekomendasi dari saya buat kalian yang pengin nongkrong atau menulis. Kalau kalian punya masukan, mari bagi-bagi lokasinya. Siapa tahu belum saya kunjungi dan ternyata cocok buat dijadikan tempat menulis.

Regards,

 

erl.

Advertisements

2 thoughts on “[Review] Cari Tempat Buat Menulis di Bandung? 4 Kafe Ini Bisa Jadi Jodohmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s