music · review

[Review] reputation by Taylor Swift

Track list:

1. …Ready For It?
2. End Game (feat. Ed Sheeran and Future)
3. I Did Something Bad
4. Don’t Blame Me
5. Delicate
6. Look What You Made Me Do
7. So It Goes…
8. Gorgeous
9. Getaway Car
10. King of My Heart
11. Dancing With Our Hands Tied
12. Dress
13. This Is Why We Can’t Have Nice Things
14. Call It What You Want
15. New Year’s Day

***

Rasanya baru kemarin saya bertanya-tanya, “Kapan TS6 keluar?”

Taylor Swift punya siklus tetap untuk merilis album: setiap dua tahun sekali. Semestinya, tahun lalu album teranyarnya lahir. Akan tetapi, satu-satunya lagu baru yang publik dengar sampai awal 2017 hanya I Don’t Wanna Live Forever. Itu pun sebagai soundtrack untuk film 50 Shades Darker; berduet dengan Zayn Malik.

Ketika 2017 bergulir ke trimester akhir, Swift menampakkan diri dengan cara tak lazim: menghapus semua foto di akun Instagram; mengosongkan following; mengunggah tiga video singkat berisi ular. Tak lama berselang, Swift mengabarkan judul album keenam yang dilepas pada 10 November 2017: reputation (yes, it’s written in lowercase).

Ever since Look What You Made Me Do was released, I didn’t set my hopes high for reputation. Saya masih ingin mendengarkan album ini, tetapi mungkin butuh waktu lama—lebih lama dari 1989—untuk mencernanya. Empat single berikutnya—…Ready for It?, Gorgeous, Call it What You Want, dan New Year’s Day—walau terdengar lebih menjanjikan dari Look tidak langsung menaikkan optimisme saya.

Maka, saat reputation datang kemarin siang, saya berusaha menerima album ini. Sesuai dugaan, saya dibuat terkejut. Namun yang tidak saya antisipasi, reputation tak seburuk yang dipikirkan. Swift meramu electropop, R&B, hingga balad dalam rangkaian tembang bernuansa muram yang patut disimak.

Saya sudah mendengarkan reputation lima atau enam kali saat menulis ulasan ini. Sudah benar-benar mencerna setiap lagunya. Jika kalian kira permainan rima pada lirik Ready mengesankan, berarti kalian harus menyimak apa yang terjadi di End Game. Menggaet rapper Future dan solois slash sahabat baiknya Ed Sheeran, Swift mengungkapkan pernyataan keras, I swear I don’t love the drama, it loves me!

I Did Something Bad isn’t the only song where Swift throwing shades with no mercy, but this is the first time we will hear her cursing. Dalam lagu ini, Swift memakai referensi pembakaran terhadap wanita-wanita yang dituduh sebagai penyihir (They’re burning all the witches, even if you aren’t one). Joseph Kahn—sutradara yang menangani sejumlah videonya—pernah mengunggah satu tweet terkait kejadian ini.

Lagu selanjutnya membuat saya bertahan menyimak reputation. Keputusan yang tidak terlalu mengecewakan karena Don’t Blame Me serta-merta mengingatkan saya pada lagu-lagu Beyonce (terutama Crazy in Love versi 50 Shades of Grey) dengan sentuhan gospel di bagian chorus. Sesuatu yang terdengar sangat fresh untuk Swift.

These two songs are perfect bops.

Kemudian, ada Getaway Car yang akan menjungkirbalikkan anggapan orang-orang tentang ‘kematian’ the old Taylor. This song sounds like RED and 1989’s love child; a lowkey country song. Also the bridge, the fucking bridge had me like:

Swift, untuk sementara, menunjukkan sisi lemahnya di tengah hubungan yang sesungguhnya salah sejak awal. Akan tetapi, pada akhirnya, dia berhasil pergi (no, nothing good starts in a getaway car).

Kejutan yang Swift berikan berlanjut hingga paruh terakhir reputation. A seductive Dress with ‘Only bought this dress so you could take it off’-line. Then there’s another shady anthem This is Why We Can’t Have Nice Things (the laugh, I know, I can’t hear it with a straight face, too). New Year’s Day yang dipilih jadi penutup reputation menenangkan keriuhan lagu-lagu sebelumnya lewat cerita manis malam Tahun Baru dalam dentingan piano (But I’ll be cleaning up bottles with you on New Year’s Day).

*

reputation—menurut sebagian besar fan garis keras Swift—punya konsep berbeda dari album-album lain. Bila sebelumnya Swift selalu menulis apa yang sebenarnya terjadi, maka kini dia menulis apa yang orang-orang pikirkan terjadi padanya. Ada banyak tulisan yang berusaha memecahkan kode dalam lirik yang Swift tuangkan dalam reputation yang sepertinya akan memperpanjang resensi ini menjadi sebuah buku. Silakan googling kalau kalian penasaran.

Swift mungkin sudah muak. Ketika cara lama tidak bekerja, maka kini dia bertindak lebih keras. Melalui reputation, Swift memperlihatkan sisi gelapnya—seperti peringatan yang mengatakan, “Berani macam-macam denganku, mampus kau!”

Salute to herbecause she is your American queen.

Welcome to edgy-Taylor era, everyone.

Regards,

erl.

One thought on “[Review] reputation by Taylor Swift

  1. Dari sisi penulisan lagu, saya rasa Getaway Car adalah lagu terbaik Taylor di album ini. Liriknya paling naratif di antara yang lainnya. Klasik khas seorang Taylor Swift. Saya juga suka bagaimana Taylor menggambarkan dirinya sebagai seorang heartbreaker di lagu ini. Yap, bagian terbaiknya adalah bridge-nya. Mungkin bridge terbaik ke-3 setelah All Too Well dan Out Of The Woods. Bagian outro-nya juga keren! Dramatis dan emosional.

    PS : Nice review!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.