Life · literature · writing

Don’t Dare to Underestimate

Siang tadi, saya pergi ke BTC untuk mewawancarai target tugas mata kuliah Literary Journalism. Seharusnya, saya sudah melakukan hal ini sejak sebelum UTS. Nyatanya--karena penundaan dan excuses nggak penting--baru terwujud sekarang. Setelah menunggu selama satu jam, target saya muncul. Dia adalah seorang pria tua yang bekerja sebagai petugas penyeberang jalan (agak aneh nggak, sih? Kesannya… Continue reading Don’t Dare to Underestimate

Advertisements
literature · writing

[Review] STPC: BANGKOK by Moemoe Rizal

Seri STPC (Setiap Tempat Punya Cerita) terbitan GagasMedia adalah salah satu seri yang mencuri perhatian saya tahun ini. Meski agak telat mengikutinya. Saya memulainya dari LONDON (Windry Ramadhina), MELBOURNE (Winna Efendi), dan kota ketiga yang beruntung saya kunjungi adalah BANGKOK (Moemoe Rizal). Sebenarnya, saya sudah lama mengincar novel ini, terlebih lagi karena editor memasukannya ke… Continue reading [Review] STPC: BANGKOK by Moemoe Rizal

literature

Emansipasi

"Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan." - Rohana Kudus

literature

Surat Terakhir Virginia Woolf

Selasa. Yang paling kusayangi, aku yakin akan kembali gila. Aku rasa, kita tidak bisa melewati momen-momen mengerikan itu lagi. Pun, aku tidak bisa pulih kali ini. Aku mulai mendengar suara-suara dan karenanya aku tidak bisa berkonsentrasi. Jadi, aku memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tampaknya terbaik untukku. Kau telah memberikan kebahagiaan terindah bagiku. Kau selalu berada… Continue reading Surat Terakhir Virginia Woolf